Lagu Dari Jauh
Di sebuah desa terpencil di tengah hutan lebat, terdapat sebuah sumur tua yang dikatakan memiliki kekuatan supranatural. Pada malam-malam gelap, suara nyanyian yang menyeramkan terdengar dari dalam sumur itu, seakan-akan seseorang sedang menangis dengan suara serak dan merdu.
Seorang peneliti bernama Emily, yang tertarik pada kejadian supernatural, mendengar cerita tentang sumur misterius ini dan memutuskan untuk menyelidikinya sendiri. Saat malam tiba, dia membawa sebuah senter dan berjalan menuju sumur tersebut.
Ketika Emily tiba di depan sumur, suara nyanyian semakin jelas. Lagu itu, meski indah, terasa penuh dengan kesedihan yang tak tergambarkan. Emily memegang ponselnya dan merekam audio dari lagu tersebut untuk memeriksanya nanti.
Namun, ketika dia mendengarkan rekaman malam itu di rumahnya, kebingungan dan kengerian menyelimutinya. Suara nyanyian tidak terdengar seperti suara manusia biasa; seolah-olah ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan yang menyanyi dari dalam sumur itu.
Emily tertekan oleh lagu itu yang terus berputar di kepalanya. Suara itu menghantui setiap langkahnya dan menyusup ke dalam mimpi-mimpinya. Dia mulai melihat bayangan-bayangan gelap di ujung pandangnya, selalu mengejarnya dari jauh.
Setiap kali dia mendengarkan rekaman itu, lagu itu tampaknya semakin intens. Suara serak dan melankolis seolah menjadi teriakan yang meminta pertolongan. Emily merasa terjebak dalam labirin kegelapan yang diciptakan oleh suara itu, dan dia tahu bahwa sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari sekadar nyanyian menyayat hati tersembunyi di baliknya.
Hingga suatu malam, ketika dia benar-benar terhanyut oleh lagu itu, suara di rekaman tiba-tiba berhenti. Begitu keheningan terasa, Emily merasa sesuatu menatapnya dari dalam sumur. Dia menoleh ke arah sumber suara, dan dalam kegelapan, dia melihat sepasang mata merah menyala yang memandangnya dengan nafsu haus akan kegelapan.
Emily, ketakutan yang tak terlukiskan, menjatuhkan ponselnya dan berlari menjauh dari sumur. Tetapi sejak malam itu, suara nyanyian itu tidak pernah meninggalkannya. Lagu yang meresap ke dalam jiwanya, dan mata merah yang mencekam selalu mengintai dari bayang-bayang, mengikuti langkah-langkahnya ke mana pun dia pergi.

Komentar
Posting Komentar