Pertemuan dengan sang Pencipta

Di sebuah biara kuno yang tersembunyi di pegunungan, seorang biksu bernama Gabriel melakukan meditasi mendalam untuk mencapai pencerahan spiritual. Pada suatu malam yang mendung, ketika suara angin bertiup lembut melintasi pegunungan, Gabriel mengaku bahwa dia telah mencapai tingkat pencerahan yang tidak terlukiskan. Dia bercerita tentang pertemuan misteriusnya dengan entitas yang dia sebut sebagai "Pencipta." Menurut ceritanya, ketika dia tengah terlelap dalam meditasinya, cahaya abu-abu yang tak terlihat memenuhi ruangan biara. Suara yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata mulai merayap ke dalam pikiran Gabriel. Pencipta, katanya, bukanlah entitas yang memberikan cinta dan kedamaian, melainkan kekosongan yang menggigit dan menelan segala hal. Gabriel merasakan kehadiran yang begitu besar dan mengerikan, tetapi dia merasa terikat oleh kekuatan tak terlihat yang tidak memungkinkannya untuk menghindar. Pencipta memberikan penglihatan yang mengerikan tentang alam semesta yang rapuh dan terkoyak. Gabriel melihat bintang-bintang yang padam dan galaksi yang runtuh seperti kain yang robek. Pencipta tertawa dengan suara yang merdu, seolah menikmati kehancuran dan ketidakpastian. Ketika Gabriel mencoba memohon ampun atau mencari makna dari penglihatannya, Pencipta hanya menjawab dengan bisikan misterius, "Hidup dan mati hanyalah ilusi, dan aku adalah gelap yang melingkupimu." Gabriel, sejak saat itu, menjadi seperti terkutuk. Dia melihat tanda-tanda kiamat di setiap langit, mendengar bisikan-bisikan mengerikan yang datang dari keheningan malam. Pengikut biara yang lain mulai merasakan kehadiran yang aneh, dan kegelapan mulai menyelimuti biara itu. Beberapa mengatakan bahwa Gabriel telah membuka pintu untuk kehadiran yang tidak bisa dimengerti, dan sejak itu, biara itu menjadi tempat yang penuh dengan aura yang tak terlukiskan dan keheningan yang mencekam. Apakah Gabriel telah benar-benar bertemu dengan Pencipta atau hanya terjebak dalam kegilaannya sendiri, tak ada yang tahu. Namun, cerita ini berfungsi sebagai peringatan bagi mereka yang berani mencari wajah Tuhan, bahwa di balik rasa takjub dan kekaguman, mungkin ada kekuatan yang lebih besar dan gelap yang menanti.

Komentar