Cermin Kematian
Di sebuah toko barang antik yang terpencil, terdapat sebuah cermin kuno yang konon memiliki kekuatan supranatural. Dikatakan bahwa cermin ini dapat menunjukkan kepada siapa pun yang memandangnya saat tengah malam, gambar dari kematian mereka sendiri.
Seorang pria bernama Adrian, yang selalu tertarik pada hal-hal gaib, mengetahui tentang keberadaan cermin tersebut. Tanpa rasa takut, dia memutuskan untuk mencari cermin itu dan membuktikan bahwa semua itu hanyalah cerita menakut-nakuti.
Setelah berkeliling sejumlah toko barang antik, Adrian akhirnya menemukan cermin kuno tersebut di toko yang sudah lama ditinggalkan. Saat dia memandang cermin pada pukul 12 malam, sesuatu yang mengerikan terjadi. Gambar Adrian muncul di dalam cermin, tapi wajahnya tampak pucat dan matanya kosong. Tidak ada tanda-tanda kehidupan pada gambar tersebut.
Takut dan gemetar, Adrian berusaha untuk tidak mempercayai apa yang baru saja dilihatnya. Namun, malam setelah malam, dia terus terganggu oleh bayangan mengerikan dari dirinya sendiri di dalam cermin. Gambar itu mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang semakin memudar, sebagai cermin itu sendiri menjadi semakin dingin dan menyeramkan.
Adrian menjadi semakin terobsesi dengan cermin tersebut, mencoba mencari tahu cara memutuskan kutukan yang menimpanya. Setiap kali dia mencoba menjauh, cermin itu seolah memanggilnya kembali dengan kekuatan tak terlihat yang tak bisa dihindari.
Hingga suatu malam, ketika bayangan Adrian di dalam cermin itu mengarahkan pandangannya padanya sendiri, dia merasa seolah-olah dia sedang terhisap ke dalam dunia kematian. Semua warna memudar, kecuali warna merah yang mencekam. Dia merasakan dingin menusuk tulang dan mendengar desisan suara yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
Keesokan harinya, tubuh Adrian ditemukan di depan cermin yang sekarang tampak seperti memancarkan kegelapan. Wajahnya pucat dan matanya kosong, seperti gambar di dalam cermin beberapa malam sebelumnya. Cermin itu tetap menjadi benda menakutkan yang terabaikan, menunggu korban berikutnya yang mencoba menyelidiki rahasia yang ada di baliknya.
Sejak saat itu, cermin kematian itu tetap berada di toko barang antik, menanti orang berani yang akan datang dan merasakan kehadiran mengerikan yang telah menghantui Adrian hingga akhir hidupnya.

Komentar
Posting Komentar